Metode Pengobatan Nabi

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)

Archive for January, 2008

Minyak But-But

Posted by ronysetyo on January 21, 2008

Minyak but-but ini mengandung ramuan lebih dari 100 jenis herba, termasuk sejenis tumbuhan yang digunakan oleh burung but-but untuk dijadikan sarang. Masyarakat dahulu percaya minyak ini mampu untuk merawat tulang yang patah, terkilir dll. Minyak But-but ini wajib ada di setiap rumah.

Khasiat yang lainnya adalah:

  1. Untuk patah tulang. Minyak ini dipanaskan terlebih dahulu dan disapu dibagian yang patah, serta dibalut dengan kain. Selanjutnya penderita juga memakan herba Radix 6 kapsul 2 kali sehari.
  2. Untuk wasir/Ambeien. Disapu dibagian yang keluar disamping penderita memakan herba Ficus dan Pelawas
  3. Kembung perut (Anak Kecil). Herba ini dipanaskan dan disapu dengan daun sirih dan ditempelkan diperut anak tersebut.
  4. Luka-luka kecil. Ambil kapas dan basahkan dengan minyak ini, lalu ditempelkan dibagian yang luka.
  5. Terkena air panas. Dioleskan perlahan-lahan dibagian yang sakit, danjangan dibiarkan bagian tersebut kering. Selalu menggunakan minyak ini sampai tidak melembung.
  6. Gigitan serangga (seperti lipan, tawon, dll.). Ambil kapas dan basahkan dengan minyak ini lalu ditempelkan dibagian yang luka.
  7. Asma (Anak kecil). Minum minyak ini setengah sendok kecil pada waktu malam sebelum tidur, serta disapu dibagian dadanya dan diselimuti.
  8. Perut buncit. Panaskan minyak ini terlebih dahulu dan diurut dibagian perut berulang kali secara berputar.
  9. Wanita menopouse. Menghilangkan kesakitan sewaktu “bersama”suami mengatasi kekeringan kulit).
  10. Darah tinggi dan lumpuh (stroke). Panaskan minyak ini dan disapu dibagian tengkuk leher.
  11. Diare (keracunan makanan). Diminum setengah sendok bersama air hangat.
  12. Bayi sering menangis pada waktu malam. Minyak ini disapu diatas kening bayi.
  13. Untuk urut/pijat (gosok). Minyak ini tidak mengandung bahan kimia dan tidak merusak syaraf kulit.
  14. Anak sering kencing di waktu malam. Disapu di pusar sebelum tidur disamping minum madu asli.

Posted in DETAIL PRODUK | 13 Comments »

Detoksifikasi Pada Pengobatan Alami Habbatussauda

Posted by ronysetyo on January 16, 2008

Salah satu efek dari mengkonsumsi habbatussauda adalah terjadi proses detoksifikasi (detoks) yaitu proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita.

Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi). Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia).

Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkan dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada di usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita.

Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degenratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Manfaat detoks bagi tubuh dan kesehatan antara lain:

  • Meremajakan sel-sel sehingga kulitpun menjadi bersih, sehat, kencang, dan lembut.
  • Menurunkan kelebihan berat badan
  • Meningkatkan energi
  • Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran
  • Pengerutan tumor (jika ada)
  • Peradangan pada kelenjar getah bening hilang
  • Melancarkan peredaran darah dan getah bening
  • Memperbaiki daya ingat
  • Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung, dan sebagainya
  • Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah
  • Memperbaiki fungsi liver dan ginjal
  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Sedangkan krisis penyembuhan yang biasa terjadi sebagai reaksi dari proses detoksifikasi antara lain:

  • Gejala demam atau flu
  • Diare atau sebaliknya, malah mengalami sembelit (susah buang air besar). Jika terjadi sembelit, bias dibantu dengan enema atau kolonhidroterapi (cuci usus)
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit kepala atau migraine (umumnya pada perokok dan peminum alkohol)
  • Mual-mual atau kembung
  • Lesu
  • Banyak mengeluarkan riak atau lender
  • Gatal-gatal atau berjerawat (jika sebelumnya mempunyai masalah dengan kulit
  • Nafas bau dan muncul lapisan tebal pada permukaan lidah (dapat dikerok dan dibersihkan dengan sendok atau alat khusus pengerok lidah)
  • Mudah merasa kedinginan (karena suhu tubuh menurun)
  • Gangguan emosional (uring-uringan atau emosional)

Krisis penyembuhan ini tidak berlangsung lama, akan berakhir 2-3 hari tergantung pada kondisi kesehatan seseorang.

Tidak semua orang yang mengkonsumsi produk habbatus sauda ini mengalami proses detoksifikasi, tergantung kondisi daya tahan tubuh (imunitas) yang dimiliki.

Pada saat terjadi proses detoksifikasi atau timbulnya berbagai gejala sebagai reaksi atau bukti bereaksinya habbatus sauda, tindakan yang dilakukan adalah:

  1. Tidak usah khawatir, karena hal ini adalah bukti bereaksinya/bekerjanya habbatus sauda di dalam tubuh kita.
  2. Teruskan minum habbatus saudanya jangan dihentikan
  3. Perbanyak minum air putih
  4. Kurangi dosis pemakaian, misalkan dari 2×2 kapsul sehari menjadi 2×1 kapsul atau 1×2 kapsul sehari
  5. Konsultasikan ke orang-orang yang lebih paham tentang penggunaan habbatus sauda

Posted in HABBATUSSAUDA | 68 Comments »

Purwoceng, viagra from java

Posted by ronysetyo on January 2, 2008

Purwoceng, viagra from java

Purwoceng merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang dikenal berkhasiat sebagai obat perkasa kaum lelaki. Karena itu, Purwoceng juga mendapat sebutan ‘Viagra Jawa’. Kenapa bisa demikian?

Purwoceng sebenarnya tergolong tanaman langka, namun kini dapat diselamatkan dengan budi daya menggunakan metode kultur in vitro. Masalah budi daya Purwoceng ini pernah dipaparkan Ireng Darwati, mahasiswa S3 program studi Agronomi Institut Pertanian Bogor (IPB) saat mempertahankan disertasinya berjudul “Kultur Kalus dan Kultur Akar Rambut Purwoceng untuk Menghasilkan Metabolit Sekunder dan Harapan untuk Pengembangan Tanaman Purwoceng di Masa Mendatang,” di Kampus IPB Darmaga, Bogor (Suara Pembaharuan, 23/02/2007).

Nama Latin purwoceng semula adalah Pimpinella pruacan, tapi kemudian direvisi menjadi Pimpinella alpina. Tumbuhan ini ditemukan di Pegunungan Alpen di Swiss, pada ketinggian 2.000-3.000 meter di atas permukaan laut. Mengenai tempat tumbuh Purwoceng di Indonesia semula dikenal tumbuh liar di kawasan Dieng pada ketinggian 2.000-3.000 m dpl. Namun menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (1987), sebaran tanaman purwoceng di Indonesia kini meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Wahyuni et al. (1997) menyatakan bahwa purwoceng dapat tumbuh di luar habitatnya seperti di Gunung Putri Jawa Barat dan mampu menghasilkan benih untuk bahan konservasi. Potensi tanaman purwoceng cukup besar, tetapi masih terkendala oleh langkanya penyediaan benih dan keterbatasan lahan yang sesuai untuk tanaman tersebut (Yuhono 2004). Selain di Dieng, Purwoceng juga tumbuh di pegunungan Iyang, Jawa Timur (dikenal sebagai suripandak abang). Di Gunung Tengger dinamai gebangan depok. Kendati sebutan nama latinnya berubah-ubah, para peneliti memiliki satu kesimpulan yang sama bahwa Purwoceng termasuk tanaman obat.

Apa Saja Manfaat Purwoceng?
Eni Hayani dan May Sukmasari pernah memaparkan, seluruh bagian tanaman purwoceng dapat digunakan sebagai obat tradisional, terutama akar. Akarnya mempunyai sifat diuretika dan digunakan sebagai aprosidiak (Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 1987), yaitu khasiat suatu obat yang dapat meningkatkan atau menambah stamina. Pada umumnya tumbuhan atau tanaman yang berkhasiat sebagai aprosidiak mengandung senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah. Di Indonesia tumbuhan atau tanaman obat yang digunakan sebagai aprosidiak lebih banyak hanya berdasarkan kepercayaan dan pengalaman (Hernani dan Yuliani 1991).

Penggunaan tanaman obat dibidang pengobatan pada prinsipnya tetap didasarkan pada prinsip-prinsip terapi seperti pada penggunaan obat moderen. Oleh karenanya informasi kandungan senyawa aktif tanaman obat mutlak diperlukan. Umumnya tanaman obat jarang memiliki bahan senyawa tunggal, sehingga sulit untuk memastikan kandungan aktif mana yang berkasiat untuk pengobatan penyakit tertentu. Misalnya khasiat akar tanaman purwoceng (Pimpinella alpina) yang diketahui dari pengalaman-pengalaman orang kemudian berkembang menjadi image berkasiat sebagai aprodisiak, ternyata mengandung turunan dari senyawa sterol, saponin dan alkaloida (Caropeboka dan Lubis, 1985).

Sidik, et al. (1985) mengatakan bahwa akar purwoceng mengandung turunan senyawa kumarin yang digunakan dalam industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak melainkan untuk anti bakteri, anti fungi dan anti kanker. Hernani dan Yuliani (1990) mengatakan bahwa bahan aktif purwoceng terbanyak terletak pada bagian akarnya.

Tanaman purwoceng mempunyai kandungan bahan yang bersifat aprodisiak menyebabkan keberadaannya semakin dicari orang. Pada mulanya, tanaman purwoceng digunakan oleh penduduk disekitar pegunungan Dieng (daerah asalnya) hanya untuk pemeliharaan kesehatan atau peningkatan derajat kesehatan. Namun sejalan dengan perkembangan penelitian dan isu yang dihembuskan, tanaman ini berkembang menjadi komoditas yang sangat ”laku jual” sebagai bahan aprodisiak, bahkan kini telah dipopulerkan oleh masyarakat dan Kelompok Tani setempat dengan sebutan ”Viagra Jawa”.

Keberadaan tanaman yang semakin langka disebabkan selain karena terdesak oleh pesatnya permintaan, juga karena pengadaannya memerlukan waktu. Atas dasar kelangkaan dan isu aprodisiak tersebut harga yang terjadi sekarang sangat tinggi.

Sumber : http://jamu-erotis.blog.com/1906233/

Posted in TUMBUHAN | 22 Comments »