Metode Pengobatan Nabi

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)

Resume Buku : Mahkota Dewa Panglima Penakluk Kanker

Posted by ronysetyo on July 26, 2007

mahkotadewa_buku
Maret 2004, masuk cetakan ke 4 – Agromedia Pustaka.

Mahkota Dewa, The Commander of Conquering Cancer

Mengenal Kanker dan Faktor Pemicunya
Menyandingkan Terapi Modern dan Tradisional untuk atasi Kanker
Mahkota Dewa dan Aneka Tanaman Obat Penakluk Kanker
Kisah Mereka yang Berhasil Menaklukkan Kanker Prostat, Kanker Payudara, Kanker Kulit, Kanker Mulut Rahim, Kanker Tulang, Kanker Darah, Kanker Leher, Kanker Usus, Kanker Hati, dan Kanker Otak

CUPLIKAN ISI BUKU :

Sebuah Prolog

Pengalaman saya akhir-akhir ini banyak didatangi pasien dari berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Australia, Jerman, dan Belanda. Mereka tertarik terhadap ramuan tradisional Indonesia untuk menyembuhkan penyakitnya setelah memperoleh informasi dari website kami http://www.mahkotadewa.com, bahkan sebagian dari mereka telah merasakan khasiat dan manfaatnya.

Saat ini saya merasa prihatin dengan banyaknya pengobatan alternatif yang hanya ingin mencari untung pada saat orang lain sedang membutuhkan. Saya juga melihat mulai adanya pematenan potensi keanekaragaman hayati bangsa kita oleh negara lain. Namun, saya bersyukur ternyata ungkapan rasa keprihatianan yang saya tuangkan dalam bentuk tulisan, dimuat oleh Harian Kompas, tanggal 10 Desember 2003 dengan judul �Obat Tradisional Indonesia Tembus Pasar Dunia?�.

Di balik judul tersebut tersirat sikap optimis dari dalam diri saya, bahwa produk obat tradisional Indonesia sebenarnya mampu bersaing dengan obat tradisional dari negara lain. Masalahnya, tinggal bagaimana cara menjalin kerja sama untuk mengenalkannya kepada masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri Bagi pembaca yang belum sempat membacanya, dapat menyimaknya dalam buku ini.

Obat Tradisional Indonesia Tembus Pasar Dunia?

Akhir-akhir ini pengobatan alternatif mempergunakan ramuan tradisional tidak hanya diminati oleh masyarakat pedesaan, tetapi juga kalangan menengah ke atas perkotaan. Pengobatan tradisional menjadi semacam tren di tengah masyarakat yang selama ini lebih banyak mengandalkan sistem pengobatan modern, kalangan medis, dan ilmu kedokteran dari Barat. Seiring dengan tren �back to nature� yang kini merebak di dunia, khususnya dunia pengobatan, mampukah obat tradisional menembus pasar ekspor dunia?

Masyarakat kini seolah menyadari, bahwa ternyata obat tradisional yang sebenarnya sudah lama dikenal dan dipraktikkan sejak beribu tahun lalu itu tidak kalah hebat dari obat modern. Kalau dulu, kesembuhan dari suatu penyakit hanya bergantung dari pengobatan dokter, dan seolah-olah kata-kata dokter seperti sebuah �aturan yang tak terbantahkan serta mutlak harus dituruti�, maka kenyataan itu mulai bergeser.

Kini di mana-mana mulai banyak bermunculan klinik-klinik pengobatan tradisional. Bahkan tempat praktik-praktik paranormal pun mulai banyak dikunjungi para �pasien� yang ingin beroleh kesembuhan dengan cara yang terkadang tidak masuk akal. Kenyataan ini tidak hanya terlihat di kota-kota kecil, akan tetapi juga di kota besar seperti Jakarta. Pengetahuan tentang pengobatan tradisional dari nenek moyang, kini mulai banyak digali. Meskipun demikian, ada pula sebagian orang yang lebih bijak dan realistis, dengan tetap melakukan diagnosis serta terus mengikuti perkembangan penyakitnya melalui dokter modern, tetapi sehari-hari proses pengobatan yang dilakukannya menggunakan obat-obat tradisional.

Di Indonesia, penggunaan obat alami yang selama ini lebih dikenal sebagai jamu, sebenarnya telah meluas dipraktikkan oleh nenek moyang kita. Masyarakat kini terus melestarikannya sebagai salah satu warisan budaya kita. Dan memang sebenarnya, bangsa kita yang terdiri dari berbagai suku bangsa ini memiliki keaneka-ragaman obat tradisional yang terbuat dari bahan-bahan alami Indonesia sendiri, termasuk di antaranya tanaman-tanaman obat.

Potensi yang amat besar dari negeri kita ini membuat banyak pihak ingin meneliti dan memanfaatkan bahan-bahan alami dan tanaman obat ini untuk berbagai kegunaan lain, seperti kosmetik, pengharum, penyegar, pewarna, ataupun senyawa model yang lain lagi yang bisa disimak dalam perkembangan berbagai produk semacam itu akhir-akhir ini. Upaya ini, selain melestarikan warisan budaya nenek moyang kita, juga akan menggali berbagai faedah yang ada di dalam kekayaan alami kita sendiri, yang selama ini kita tidak manfaatkan sebaik-baiknya.

Industri Jamu di Indonesia

Pada dasarnya, jamu terbagi atas tiga jenis, yaitu jamu tradisional warisan nenek moyang, jamu yang dikembangkan berdasarkan referensi, dan fitofarmaka. Khusus untuk fitofarmaka, konsepnya tidak berbeda dengan obat modern karena merupakan obat yang berasal dari tanaman yang telah melalui proses uji klinis, serta pra-uji klinis persyaratan formal produk pengobatan.

Selama ini industri jamu bertahan tanpa dukungan memadai dari pemerintah maupun industri farmasi. Dokter dan apotek belum dapat menerima jamu sebagai obat yang dapat mereka rekomendasikan kepada pasien, sehingga produk jamu tidak termasuk dalam produk yang dipasarkan tenaga-tenaga detailer seperti halnya produk-produk obat modern. Di pihak dokter yang mempraktikkan pengobatan, pendidikannya juga masih mengacu kepada pengobatan modern, dan tidak menyentuh substansi pengobatan dengan bahan-bahan alam (fitofarmaka).

Dengan kondisi di atas, tak heran apabila pasar industri jamu tradisional sulit berkembang pesat. Padahal dengan jumlah masyarakat Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa, sesungguhnya potensi pasar bagi produk-produk jamu sangatlah besar. Terlebih lagi, saat ini kalangan masyarakat menengah ke atas mulai terlanda tren �back to nature�, menggunakan produk-produk yang berasal dari alam.

Sebagai cerminan, dapat kita bandingkan dengan data yang dimuat oleh mingguan berita Tempo (4�10 Agustus 2003) tentang situasi pasar obat kimia di Indonesia. Mereka sebutkan bahwa pasar obat kimia di Indonesia mengalami kenaikan 20 persen, sayangnya 90 persen bahan bakunya masih berupa bahan impor dari Cina dan India. Meski sudah memiliki 2.250 disteributor, 5.670 apotek, dan 5.500 toko obat, toh konsumsi obat farmasi masih sangat rendah, yakni Rp60 per kapita per tahun. Hal lain yang menghambat berkembangnya pasar obat kimia adalah aturan dan birokrasi yang berbelit-belit serta pajak berganda atas bahan baku, sehingga mengakibatkan melambungnya harga obat.

Dari data di atas, tampak bahwa perkembangan obat farmasi begitu banyak hambatannya. Apalagi untuk dikembangkan oleh industri kecil. Seharusnya, kenyataan ini dijadikan kajian, untuk lebih meningkatkan serta mengoptimalkan potensi kekayaan alam Indonesia sebagai produk obat alami khas Indonesia.

Perkembangan obat tradisional, saat ini justru menggembirakan. Saat ini, mulai banyak penelitian obat-obat tradisional yang dilakukan secara serius. Contoh, penelitian tentang obat penurun kadar kolesterol dan penurun gula darah oleh sebuah perusahaan obat besar di Indonesia dan penelitian obat-obat tradisional yang mempunyai khasiat anti-kanker. Namun demikian, biaya untuk membuat obat tradisional menjadi fitofarmaka sungguh sangat tinggi. Untuk biaya uji klinis, per-item-nya bisa mencapai 300 juta rupiah, bahkan 400 juta rupiah sehingga produsen lebih memilih memproduksi jamu racikan atau ekstrak ketimbang fitofarmaka.

Namun, jika dibandingkan dengan obat alami asal Cina atau negara-negara lain, mengapa obat alami Indonesia tidak sepesat perkembangan obat-obat alami asal Cina tersebut? Harus diakui, memang masih ada beberapa titik lemah dalam upaya pengobatan mempergunakan obat alami Indonesia, sehingga perkembangannya tidak sepesat obat-obat tradisional Cina, India, Korea, dan Jepang. Selain faktor ketidak atau kekurangpercayaan masyarakat, pengobatan dengan bahan alami Indonesia tidak atau belum memiliki tradisi pendokumentasian. Hal ini berbeda dengan pengobatan Cina yang pendokumentasiannya lengkap dan penggunaan, khasiat, serta pentabibannya terakumulasi selama berabad-abad. Pemraktikannya pun melalui proses sosialisasi panjang, serta memiliki unit disiplin tersendiri untuk kemudian membentuk semacam �tradisi keilmuan� Timur dengan standar-standar yang khusus pula.

Selain itu, penyebab ketertinggalan pengobatan dengan bahan alami Indonesia adalah pengembangannya yang masih relatif baru, yaitu pada tahun 1985. Itupun dananya terbatas dan belum mendapatkan prioritas (Kompas, 2000).

Namun apapun kendalanya, saat ini banyak pihak mulai melirik potensi pasar obat tradisional ini, sehingga dari segi bisnis, prospek pemasarannya sangat menggiurkan. Memang idealnya, harus ada pembuktian terlebih dulu mengenai khasiat obat alami terhadap suatu penyakit sebelum obat tersebut dinyatakan dapat digunakan sebagai pengobatan suatu penyakit.

Sumber : http://www.ningharmanto.com/bukumade/seri03.htm
Katalog Produk & Harga

17 Responses to “Resume Buku : Mahkota Dewa Panglima Penakluk Kanker”

  1. wulan said

    Saya wulan, dari Unversitas padjajaran. Saya sedang melaksanakan tugas akhir tentang kanker rahim. Untuk keperluan ersebut, saya ingin bertanya.
    1)Kandungan apa saja yang terdapat dalam mahkota dewa yang dapat menyembuhkan kanker rahim?
    2)Apa ada tanaman lain selain mahkota dewa yang dapat menyembuhkan kanker rahim?Dan senyawa apa saja yang terdapat di dalamnya???
    3) Apakah tanaman- tanaman tersebut sudah terbukti melalui penelitian?
    Sebelu dan sesudahnya saya ucapan terimakasih

  2. ChaZ 09 said

    Saya mencari tentang obat kanker darah untuk belahan jiwa saya,,saya gak mo kalo kehilangan belahan juwaku…LOVE YOU CHAZ 09

  3. Resum terlalu ringkas, sehingga pembaca kurang bisa menangkap isi buku secara utuh.

  4. ane said

    dmana saya bisa mendapatkan bukuni. klo ada pembelian lewat email tolong hubungi saya. terimakasih

  5. Yunda said

    Asslm,
    saya mau tanya tentang pertumbuhan tumor payudara.Ibu saya mengidap penyakit tersebut sejak tahun 2000 hingga sekarang.kadang banyak orang memberitahu banyak macam obat termasuk halnya buah merah,tapi harganyapun mahal.
    lebih baik buah merah atau mahkota dewa?ibu saya juga sering memakai mahkota dewa yg kering terus diseduh.

    # Selain mahkota dwa bisa dicoba juga keladi tikus.
    Semoga Allah mengangkat penyakitnya.
    Barakallahu fiikum

  6. resta said

    bagaimana cara kami mengolah mahkota dewa tersebut?
    dan apakah ada yang menjual nya?kalau ada tolong beritahukan kepada saya dengan mengirim data tersebut ke alamat E-mail saya…terima kasih.

  7. ady said

    terima kasih info nya dan akan saya cari bukunya juga.

  8. amy said

    apakah daun mahkota dewa sebagai obat sudah terbukti/sudah diujikan pada hewan uji??

  9. mailan said

    saya ingin mendapatkan buku yang berjudul Mahkota Dewa Obat Pusaka Para Dewa, , , ,

    dimana saya bisa mendapatkannya….???????….

  10. rinalti alwin said

    ass,bagaimana cara mengolah mahkota dewa tersebut untuk di jadikan obat kanker?dan apa saja pantangan bagi orang yang terkena penyakit tersebut?

  11. rinalti alwin said

    bagaimana cara pengolahan mahkota tersebut untuk di jadikan obat kanker?

  12. DANART said

    banyak di tetanggaku mahkota dewa,,berjatuhan g di manfaatkan..gi mana kalau untuk minuman sehari2

  13. siti jumroh said

    dimana saya harus mendapatkan buku tersebut dan mencari mahkota dewa tersebut….??? tolong kirim lewat email saya. trimkash…..

  14. maria said

    Gimana cara beli buku ini secara langsung lwt email tlong beri tahu sy scpatnya..mkcih..

  15. collis said

    di mana q dapat mahkota dewa n bukunya, info bls ke imail plissssss

  16. hani said

    ada keluarga saya yang mengidap penyakit baru yang berawal dari infeksi pada gusi akibat cabut gigi..
    setelah bertahun-tahun baru terasa ada pembengkakan di gusi dan daerah sebelah kiri dekat mulut..
    setelah di obati,, yang tadinya bengkak,, lalu pecah..
    setelah di periksa,, katanya tumor,, tapi tampak seperti kanker..

    hal ini mengakibatkan adanya kerusakan sel pada daerah mandibula (pipi bagian kiri bawah)

    apakah penyakit tersebut bisa di sembuhkan dengan mahkota dewa?
    bagaimana caranya? terima kasih

  17. liverty miu riliez said

    apakah bnr daun sirsak bs mnyembuhkan peny kanker?mhn djwb.thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: